Laman

Kamis, 24 Juni 2010

Sistem kemudi

Sistem kemudi berfungsi untuk mengarahkan suatu kendaraan yang bergerak. Tanpa alat kemudi, maka kendaraan tersebut tidak dapat diarahkan kekiri maupun kekanan. Baik motor maupun mobil, sistem kemudi terletak pada bagian depan kendaraan. Seiring berkembangnya zaman, telah tercipta suatu teknologi sistem kemudi 4 roda. Artinya ban belakang juga dapat diarahkan untuk menentukan gerakan kendaraan. Dengan teknologi seperti ini, posisi mobil akan seimbang oleh gaya sentrifugal. Sehingga resiko slip akibat adanya perbedaan pengaturan arah dan besar sudut putar roda belakang dapat dihindarkan. Untuk menambahkan kenyaman bagi pengemudi dan penumpang, sistem kemudi 4 roda ini biasanya diplikasikan dengan sistem suspensi yang cocok seperti Double Wishbone.

  1. Model Worn and pin. Jika worn diputar oleh poros kemudi, maka pin yang berbentuk tirus akan bergerak sepanjang worn. Hal ini terjadi karena pin, yang tidak kena worn dan dihubungkan dengan lengan pitman, akan bergeser.
  2. Model Screw and Nut. Pada model ini ujung poros utama dibuat berulir dan sebuah nut (mur) dipasang pada uklir tersebut sehingga apabila poros diputar mur akan bergeser dan bergerak.
  3. Model Rack and Pinion. Poros kemudia dilengkapi oleh roda gigi pinion, sedangkan roda gigi pinion tersebut dihubungkan dengan batang yang bergigi (rack), sehingga apabila poros roda kemudi berputar, rack akan berbegerak mendatar. Mobil sport berkecepatan tinggi, semisal Maserati dan Lamborghini, serta kendaraan penumpang ringan sudah menggunakan sistem ini sebagai perlengkapan standrad.
  4. Model Recirculating Ball. merupakan sistem kemudi yang paling banyak digunakan pada kendaraan berat dan sedan. Hal ini karena kemudi ini mampu membelokan balok yang cukup besar dan mempunyai daya tahan yang cukup tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar