Laman

Minggu, 24 Oktober 2010

Radiator


Radiator adalah bagian dari sebuah sistem pendinginan mesin. Jadi, radiator bukan part sebatang kara dalam meredam panas pembakaran bahan bakar.
Sistem pendinginan mesin terdiri dari beberapa part yaitu :

1. Radiator.

Part yang terlihat banyak kisi-kisi atau celah-celah kecil yang tersusun rapi dengan bahan aluminium. Dan biasanya diletakkan di depan mesin.

2. Kipas radiator.

Part yang berfungsi membantu memaksimalkan proses pendinginan radiator. Walaupun radiator dah terbuat dari bahan aluminium yang terbukti baik dalam penyerapan dan pelepasan panas, namun pada suhu tertentu yaitu diatas 80 derajad celcius, sangat memerlukan bantuan pendingin radiator dengan kipas ini, sehingga temperatur mesin dapat di jaga lebih ideal.

3. Water Pump.

Atau disebut pompa cairan radiator, berfungsi mensirkulasikan cairan radiator dari silinder block lalu head untuk mengambil panas lalu cairan masuk ke radiator utk dibuang panasnya.

Pompa ini bekerja terus-menerus selama mesin bekerja, ada yang menggunakan putaran poros engkol atau crankshaft, ada juga meminta putaran noken as atau camshaft, bahkan ada pula yang memakai pompa elektris yang diputar oleh aki.
Pompa air ini menggunakan type pompa sentrifugal yang menggunakan sudu-sudu atau propeler untuk menimbulkan tekanan atau head energy agar dapat bersirkulasi ke seluruh lintasan selang radiator.

4. Thermo Sensor.

Suatu piranti yang membaca suhu cairan yang keluar dari silinder head atau mesin dan akan mau masuk ke radiator. Penempatan ini dimaksudkan agar suhu yang dibaca merupakan suhu panas yang terjadi di silinder head. Pembacaan suhu ini langsung terkoneksi ke speedometer, sehingga pengemudi dapat mengetahui kondisi panas mesin motornya. Bisa terbaca garis-garis tebal, atau juga angka.

5. Thermo switch.

Suatu piranti saklar yang menyambungkan aliran arus baterei ke kipas radiator. Sebagaimana kita tahu di atas bahwa kipas radiator hanya bekerja saat suhu mesin dianggap panas, yaitu saat suhu radiator diatas 100 derajad celcius. Nah termoswitch ini yang mengontrol kapan kipas harus diputar.

6. Thermostat.

Suatu piranti yang mengatur debit aliran cairan radiator antara mesin masih dingin dan panas. Termostat ini berbentuk seperti klep atau lubang pintu, dimana saat suhu mesin dingin, pintu ini terbuka sedikit sehingga cairan radiator yang bersirkulasi sedikit sehingga panas yang ditransfer memang masih sedikit. Namun, saat mesin sudah panas, menghasilkan panas besar, maka termostat akan membuka penuh, sehingga debit aliran maksimal dan proses penyerapan panas pun bisa maksimal.

7. Reservoir tank.

Suatu tempat penampungan cairan radiator cadangan dan overflow dari radiator.

8. Radiator cap.

Tutup radiator ini memiliki pegas klep yang berfungsi saat dingin, membuka masuk sehingga cairan dari tangki cadangan bisa menambah volume yang bersirkulasi di radiator. Namun saat panas, tutup ini akan membuka klep ke arah keluar untuk mengalirkan cairan yang balik ke tangki cadangan.

nah, sekarang kita balik ke Radiator, benda ini terdiri dari beberapa pipa kapiler kecil yang tersusun rapi yang bagian luar ditempeli oleh kisi-kisi aluminium.
Sistem ini bekerja memakai prinsip konveksi, konduksi lalu konveksi dan radiasi.
Pertama-tama, cairan akan dipompakan memasuki silinder block lalu naek ke atas silinder head untuk mengambil atau menyerap panas mesin akibat pembakaran. Lalu keluar melalui selang radiator menuju termostat sebagai pengatur debit aliran, lalu melewati termosensor untuk dibaca panas nya, kemudian masuk ke radiator dari sisi atas, kemudian mengalir ke pipa2 kapiler kecil sampai ke bawah.

Panas mesin ini berpindah ke cairan melalui proses konveksi, lalu merambat ke dinding pipa2 kecil radiator dan terjadilah perambatan konduksi ke seluruh kisi-kisi. Lalu dari kisi-kisi akan menyalurkan panas ke udara sekitar, bahkan saat suhu panas, udara akan dipaksa oleh kipas untuk bertumbukan atau bersinggungan dengan kisi-kisi radiator.

Nah. Selama proses diatas berjalan sesuai kerjanya dan cairan dalam keadaan penuh, maka mesin akan bekerja di suhu yang stabil, sehingga menghasilkan power yang maksimal di berbagai kondisi panas mesin.
Apabila tidak, maka akan timbul istilah “overheating” atau panas berlebihan.
Hal ini terjadi karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran tidak cepat dibuang keluar.

Banyak faktor-faktor pendukung terjadinya overheating ini.

1. Mesin mengalami modifikasi ekstrem dengan rasio kompresi tinggi. Seperti CS1 yg mulanya ber cc 125 menjadi 200cc.. Yang ber-rasio kompresi 10,7: 1 menjadi 15 : 1.
2. Volume air kurang. Bisa di akibatkan karena kebocoran air di sistem pemasangan, volume air yang kurang ini menyebabkan kemampuan menyerap panas kurang.
3. Lubang pipa dalam radiator tersumbat. Hal ini bisa terjadi jika menggunakan air sebagai cairan radiator.. Dikarenakan air terdapat unsur, magnesium, kalium atau kalsium… Sehingga direkomendasikan memakai cairan khusus dari pabrikan yang sudah dilengkapi dengan anti karat dan anti beku.
4. Kipas tidak bekerja atau rusak. Sehingga panas berlebih ini tidak mendapat support pendinginan.

Gejala dan penangulangan Mesin Overhead.

Mesin yang menggunakan radiator, pasti di speedometer dilengkapi penunjukkan level panas mesin. Contoh: Honda CS1 di speedo meter bagian kiri terdapat 6 kotak penunjuk suhu. Motor normal bekerja di garis tiga, dan bila jalanan macet, maka garis akan naek ke garis 4.sehingga kondisi ini akan memutar kipas radiator sehingga radiator akan mendapat support pendinginan dari kipas.
Apabila suhu menunjukkan garis maks atau 6.. Maka itu tandanya mesin Overheating

Cara menanggulanginya :

Matikan mesin, lalu nyalakan kontak (listrik on, tapi mesin off). Hal ini akan menyalakan kipas untuk mendinginkan radiator. Tunggu hingga garis suhu turun sampai ke garis 3, lalu nyalakan mesin dan gunakan seperti biasanya.

Sistem Kecepatan Rendah (Pilot System)


Pada sistem kecepatan rendah sekaligus dapat mencakup keadaan aliran bahan bakar pada waktu mesin dihidupkan yaitu kecepatan idle/langsam/stasioner. Pada waktu mesin dihidupkan, dibutuhkan campuran bahan bakar dan udara yang gemuk. Untuk ini trotel diatur dalam keadaan tertutup sehingga jumlah udara yang masuk sedikit sekali yaitu melalui celah pada ujung choke atau lebih tepatnya melalui pengontrolan dari pilot air jet. Dapat dilihat dengan jelas bahwa bahan bakar hanya masuk melalui ujung sekrup penyetel stasioner (pilot screw). Prinsip kerja sistem kecepatan rendah setiap tipe karburator pada dasarnya sama, yaitu dengan memanfaatkan kevakuman di bawah katup trotel.

Cara Kerja Sistem Kecepatan Rendah Karburator Tipe Variable Venturi:
Berdasarkan di atas dapat dilihat bahwa bila katup trotel (slide) masih menutup pada kecepatan stasioner, maka aliran udara hanya dapat mengalir melalui pilot air jet menuju pilot outlet. Bahan bakar dari ruang pelampung masuk melalui primary pilot jet dan akan mulai bercampur
dengan udara di dalam secondary pilot jet. Campuran udara dan bahan bakar selanjutnya akan keluar melalui pilot outlet menuju ruang bakar melewati manifold masuk (intake manifold).
Pilot screw berfungsi untuk mengatur jumlah campuran yang diinginkan. Jika katup trotel dibuka sedikit (masih kecepatan rendah tapi sudah di atas putaran/kecepatan stasioner), maka jumlah pasokan udara akan bertambah karena disamping melewati pilot air jet, udara juga mengalir melalui air bypass outlet. Dengan bertambahnya jumlah udara maka bahan bakar yang terhisap juga akan bertambah sehingga jumlah campuran yang dialirkan ke ruang bakar semakin banyak. Dengan demikian putaran mesin akan naik seiring dengan bertambahnya jumlah campuran yang masuk ke ruang bakar.

Kerusakan Starter Motor dan Solusinya

1. Jika Motor Starter tidak bertenaga ( ngek..ngek.), penyebab yang paling sering adalah arus yang mengalir ke motor starter kecil sehingga tidak kuat memutar motor starter, solusinya periksa kabel atau terminal aki ke starter atau kebalikannya, bisa juga karena arus aki udah lemah, periksa tegangan aki.
2. Motor starter bersuara , penyebab paling umum adalah roda gigi kecil ( bendix) pada motor starter yang memutar flywheel pada mesin distart udah aus atau rusak, solusi ganti bendix dengan yang baru.
3. Jika Motor Starter tidak mau distart ( bunyi tek..tek..), penyebab paling umun adalah arus switch (solenoid) starter yang sudah lemah, dan bisa juga dari strum kunci kontak yang sudah lemah arusnya, bisa ditambah relay untuk memperbesar arusnya.
Tipe Starter ada beberapa jenis :
1. DD ( Direct Drive)
Contoh : Kijang 3K-5K, Starlet 1E, Avanza 1.3L, Xenia 1.0L dll.
2. PLGR ( Platenary Gear Reduction )
Contoh : Kijang 7K, Great Corolla, Daihatsu Taruna, dll.
3. OSGR ( Offset Gear Reduction ) 
Contoh : Cressida, Corona 2.0L, Grand Civic, Crown 3.0L, dll.
4. PMGR ( Permanet Magnet Gear Reduction )
Contoh : Mercy 190E, 230E, 300E, BMW E36, E39, dll.
5. ( Permanet Magnet Direct Drive ) 
Contoh : Hyundai Matrix, Hyundai Getz, dll.
6. PMOSGR ( permanet Magnet Offset Gear Reduction ).
Contoh : Honda New Accord, Honda New Civic dll. 
Secara Umum, Tipe Starter PLGR, OSGR, PMGR, PMDD, PMOSGR mempunyai gigi starter kecil lebih dari 1 biji, yang berakibat jika motor starter berputar maka gigi starter akan berputar lebih dari satu kali ( 2-3 kali), sedangkan tipe DD cuma sekali berputar. Kelebihan yang lain suara motor lebih halus, dan lebih bertenaga. Untuk ukuran Starter dipakai kV, semakin besar kV suatu starter, maka semakin kuat tenaga yang dihasilkan.

Rabu, 20 Oktober 2010

Yamaha Byson

















DIMENSI

P x L x T:
2.075mm x 780mm x 1.045mm

Jarak Sumbu Roda:
1.334 mm

Jarak Terendah ke Tanah:
160 mm

Tinggi Tempat Duduk:
790 mm

Berat Isi:
137 kg

Kapasitas Tangki Bensin:
12 Liter


MESIN

Tipe Mesin:
4 Langkah, SOHC, 2 Klep, Berpendingin Udara

Jumlah / Posisi Silinder:
Cylinder Tunggal / Tegak

Volume Silinder:
153 cm3

Diameter x Langkah:
58.0 x 57.9 mm

Perbandingan Kompresi:
9.50 : 1

Daya Maksimum:
13,73 PS / 7.500 rpm (10,1 kW / 7.500 rpm)

Torsi Maksimum:
13,6 Nm / 6.000 rpm

Sistem Starter:
Electric Starter dan Kick Starter

Sistem Pelumasan:
Basah

Kapasitas Oli Mesin:
Total : 1,2 Liter / Penggantian Berkala : 1,0 Liter

Tipe Karburator:
(MIKUNI) BS26 x 1

Tipe kopling:
Basah, Kopling Manual

Tipe Transmisi:
5 kecepatan (1-N-2-3-4-5)


RANGKA

Tipe Rangka:
Diamond

Suspensi Depan:
Teleskopik

Suspensi Belakang:
Suspensi Monocross

Ban Depan:
Tubeless 100/80-17M/C 52P

Ban Belakang:
Tubeless 120/70-17M/C 58P

Rem Depan:
Cakram

Rem Belakang:
Tromol



KELISTRIKAN

Sistem Pengapian:
DC C.D.I

Battery:
YTZ4V 12V / 3 Ah (MF Battery)

Tipe Busi:
NGK / CPR 8EA-9

Senin, 18 Oktober 2010

Yamaha V-ixion











Tipe Mesin

:

4 Langkah, 4 Valve SOHC - Fuel Injection, Berpendingin Cairan

Diameter Langkah

:

57,0 x 58,7 mm

Volume Silinder

:

149,8 cc

Susunan Silinder

:

Cylinder Tunggal / Tegak

Power Max

:

14,88 PS / 8.500 rpm

Torsi Max

:

13,1 N.m / 7.500 rpm

Sistem Pelumasan

:

Basah

Oli Mesin

:

Total : 1,15 Liter / Pergantian ; Berkala : 0,95 Liter

Karburator

:

(MIKUNI) AC28 x 1

Kopling

:

Basah, Kopling manual, Multiplat

Rasio Gigi

:

1- N - 2 - 3 - 4 - 5

Sistem Starter

:

Electric Starter dan Kick Starter

Tipe Rangka

:

Pressed Backbone (Delta Box)

Suspensi Depan

:

Teleskopik

Suspensi Belakang

:

Lengan Ayun, Suspensi Monocross

Rem Depan

:

Cakram

Rem Belakang

:

Tromol

Ban Depan

:

2,75 - 17 41 P

Ban Belakang

:

90/90 - 17 M/C 49 P

Baterai

:

YTZSS - MF (MF Baterry)

Busi

:

CRBE (INGK)

Sistem Pengapian

:

T.C.I / Transistorized Coil Ignition (Digital)

Panjang x Lebar x Tinggi

:

2.000 m x 707 mm x 1.032 mm

Tinggi Tempat Duduk

:

790 mm

Jarak Antar Roda

:

1282 mm

Jarak Ke Tanah

:

167 mm

Kapasitas Tangki

:

12 Liter

Berat Isi

:

125 Kg

 

NEW SCORPIO-Z









Machine

Tipe Mesin

:

4 Langkah, 2 Valve SOHC, Berpendingin Udara

Diameter Langkah

:

70,0 x 58,0 mm

Volume Silinder

:

223 cm

Susunan Silinder

:

Cylinder Tunggal / Tegak

Perbandingan Kompresi

:

9,50 :1

Power Max

:

13.4 kW@8.000 r/min (18.2 PS@8.000 r/min)

Torsi Max

:

17.5 Nm@6.500 r/min (1.78 kgf-m@6500 r/min)

Sistem Pelumasan

:

Basah

Oli Mesin

:

Total : 1,4 Liter / Penggantian Berkala : 1,2 Liter

Radiator

:

-

Karburator

:

(MIKUNI) BS30 x 1

Putaran Langsam

:

-

Saringan udara

:

-

Transmisi

:

5 Kecepatan (1-N-2-3-4-5)

Kopling

:

Basah, Kopling manual, Multiplat

Caster / Trail

:

-

Rasio Gigi

:

-

Sistem Starter

:

Electric Starter dan Kick Starter

 

Chasis

Tipe Rangka

:

Double Cradle

Suspensi Depan

:

Teleskopik

Suspensi Belakang

:

Lengan Ayun, Suspensi Monocross

Rem Depan

:

Cakram

Rem Belakang

:

Tromol

Ban Depan

:

80/100-18 47P

Ban Belakang

:

100/90-18 56P

 

Electricity

Lampu Depan

:

-

Lampu Sein Depan

:

-

Lampu Sein Belakang

:

-

Lampu Rem

:

-

Beterai

:

GM7B-4B

Busi

:

NGK/DP8EA-9

Sistem Pengapian

:

C.D.I.

Sekring

:

 

Dimension

Panjang x Lebar x Tinggi

:

2.025 mm x 765 mm x 1.095 mm

Tinggi Tempat Duduk

:

770 mm

Jarak Antar Roda

:

1.295 mm

Jarak Ke Tanah

:

165 mm

Kapasitas Tangki

:

13 Liter

Berat Isi

:

141 kg

Berat Kosong

:

-

Jumat, 15 Oktober 2010

Mesin Diesel



 

 







Mesin diesel adalah motor yang menggunakan bahan bakar solar.sistem pembakaran pada motor diesel tidak menggunakan listrik.sistem pembakaran pada motor diesel:Udara yang ada di ruang bakar dimampatkan,sehingga timbul suhu yang sangat panas dan apabila pada saat tersebut disemprotkan bahan bakar solar akan terjadi pembakaran dan timbul tekanan yang mendorong torak sehingga mesin bekerja.

 

Komponen-komponen pada motor diesel:

 - Nozzle (pengabut)

- pompa bahan bakar

- pompa injeksi

- governor (regulator)

- saringan bahan bakar

 

a.Nozzle

Nozzle berguna sebagai jalan bahan bakar yang disemprotkan oleh pompa injeksi ke ruang bakar.Karena bahan bakar melewati nozzle yang sangat kecil dan mendapatkan tekanan yang kuat dari pompa bahan bakar,maka bahan bakar yang masuk ke ruang bakar berbentuk kabut sehingga sangat mudah terbakar apabila bercampur dengan udara panas yang sudah dimampatkan di ruang bakar.

Kerusakan pada nozzle:

-ujung nozzle tersumbat

-batang jarum macet

-dudukan jarum sudah cacat

b.Pompa injeksi

Pompa injeksi berguna untuk menyemprotkan bahan bakar dan membagi dengan komposisi yang tepat ke ruang bakar.

Kerusakan pada pompa injeksi:

-saat injeksi tidak tepat

-masuk angin

-pegas lemah

c.Governor

Governor berguna sebagai pengatur otomatis pemberian bahan bakar menurut beban kerja mesin.berdasarkan sistem kerjanya governor dibedakan menjadi 2:jenis sentrifugal & pneumatik.

MACAM-MACAM MESIN DIESE

Mesin diesel, jika dilihat dari bentuk ruang bakarnya terdiri atas dua bagian, yaitu mesin dengan ruang bakar langsung dan ruang bakar tambahan. Ruang bakar langsung (direct injection) terdiri atas tiga tipe yaitu multi spherical, hemispherical dan spherical.

 

Sedangkan ruang bakar tambahan terdapat dua bagian yaitu tipe ruang bakar kamar dalam (pre-combustion chamber) dan tipe ruang bakar kamar pusar (swirl chamber). Pada ruang bakar langsung (direct injection), injection nozzle akan menyemprotkan bahan bakar langsung ke ruang bakar utama (main combustion) yang terdapat pada piston dan cylinder head.

Keuntungan yang didapatkan dari bentuk ruang bakar ini adalah efisiensi panas tinggi, konstruksi cylinder head sederhana dan perbandingan kompresi dapat diturunkan. ''Sedangkan kerugiannya, pompa injeksi harus menghasilkan tekanan yang tinggi, suara lebih berisik dan bakar bakar yang digunanakn harus bermutu tinggi,'' ungkap Erens Jafet, Training Head, Services Department PT Pantja Motor.

Sebaliknya, pada ruang bakar tambahan (pre-combustion chamber type), bahan bakar akan disemprotkan oleh injection nozzle ke pre-combustion chamber. Dan sebagian akan terbakar di tempat dan sisanya yang tidak terbakar akan dibakar habis di ruang utama (main combustion chamber).

Keuntungannya, papar Erens, asap hitam lebih sedikit, suara mesin lebih halus, dan tidak terlalu peka terhadap perubahan timing injeksi. Sedangkan kerugiannya, cylinder head lebih rumit, efisiensi panas lebih rendah, diperlukan glow plug, dan pemakaian bahan bakar lebih boros. Adapun pada indirect injection (swirl chamber type), kamar pusar mempunyai bentuk spherical. Udara yang dikompresikan piston memasuki kamar pusar dan membentuk turbulensi. Sebagian akan terbakar di tempat dan sisanya yang tidak terbakar akan dibakar habis diruang bakar utama.

Keuntungannya, kecepatan mesin lebih tinggi, gangguan pada nozzle lebih kecil (tipe pin) dan suara mesin lebih halus. Kerugiannya, ungkap Erens, cylinder head lebih rumit, efisiensi panas lebih rendah, diperlukan glow plug, dan detonasi lebih mudah terjadi