Laman

Senin, 29 November 2010

OLI MESIN

Perbedaan yang besar sekali antara oli mesin dan pelumas yang lain.Oli mesin menjadi kotor dengan adanya karbon,asam,dan zat kotoran lainnya dari pembakaran.
Sebagai contoh, sulfuric acid dan hydrochloric acid dibentuk dari hasil pembakaran bahan bakar yang harus dinetralisir. Bahan bakar yang tidak terbakar,kotorao dan karbon juga harus dilarutkan atau dibawa oleh oli mesin sehingga tidak mengumpul dalam mesin itu sendiri.

Sifat Utama Dari Oli Mesin:

>>Sebagai Pelumasan
Oli mesin melumasi permukaan metal yang bersinggungan dlm mesin dengan cara membentuk lapisan film oli. Lapisan oli tersebut berfungsi mencegah kontak langsung antara permukaan metal dan membatasi keausan dan kehilangan tenaga yang minim.

>>Bersifat Pendingin
Pembakaran menimbulkan panas dan komponen mesin akan menjadi panas sekali.Hal ini akan menyebabkan keausan yang cepat,bila tidak diturunkan temperaturnya. Untuk melakukan ini oli mesin harus disirkulasi disekeliling komponen agar dapat menyerap panas.

>>Sebagai Perapat
Oli mesin membentuk semacam lapisan antara torak dan silinder.Ini berfungsi sebagai perapat yang dapat mencegah hilangnya tenaga mesin. Sebaliknya apabila ada kebocoran maka gas campuran yang dikompresikan atau gas pembakaran akan menekan disekeliling torak dan masuk kebak engkol dan ini berarti kehilangan tenaga.

>>Sebagai Pembersih
Kotoran akan mengendap dalam komponen mesin. Ini menambah gesekan dan menyumbt saluran oli.Oli mesin akan menbersihkan kotoran tersebut untuk mencegah tertimbuo didalam mesin.

>>Sebagai Penyera Tegangan
Oli mesin menyerap dan menekan tekanan lokal yang bereaksi qada komponen yang dilumasi.Serta melindungi agar komponen tersebut tidak menjadi tajam saat terjadinya gesekan pada bagian yang saling bersinggungan,


Syarat-Syarat Oli Mesin:

>>Mempunyai kekentalan yang tepat.

>>Apabila terlalu rendah,lapisan oli akan mudah rusak dan akan menyebabkan keausan pada komponen.Apabila terlalu tinggi akan menambah tahanan dalam gerakan komponen dao akan menyebabkan mesin berat saat distart dan tenaga akan berkurang.

>>kekentalan harus relatif stabil tanpa terpengaruh perubahan temperatur.

>>Oli mesin harus sesuai dengan penggunaan metal.

>>Tidak merusak atau anti karat terhadap komponen.

>>Tidak menimbulkan busa.

INJECTOR MESIN DIESEL COMMON RAIL



Pada mesin common rail injektor bekerja menggunakan teknologi solenoid atau elektrik.Bahkan versi terakhir, generasi ke-3, injektor bekerja secara piezo-elektrik. Pada mesin lama, injektor bekerja dengan hidro-mekanik.

Injektor mesin diesel common rail sama dengan injektor mesin bensin yang menggunakan sistem injeksi. Dalam hal ini, injektor diaktifkan oleh arus listrik yang diatur oleh komputer.

Jumlah solar yang akan disemprotkan diatur berdasarkan lamanya nosel membuka. Komputer mengatur kerja injektor ini berdasarkan informasi yang diterima dari sensor-sensor lain, misalnya putaran mesin, tekanan regulator, tekanan bahan bakar, suhu solar, posisi pedal gas, putaran mesin, silinder, tekanan turbo, aliran udara, air pendingin, kecepatan kendaraan dan seterusnya.

Rangkaian komponen tersebut jelas tidak diperlukan atau tidak ada pada mesin diesel konvensional. Komputer juga menentukan waktu injeksi (injection timing) berdasarkan sinyal yang diterimanya dari sensor di kruk as atau roda gila.

Dengan demikian, mesin diesel common rail, mampu memenuhi harapan banyak orang. Untuk mengurangi getaran misalnya, cukup dilakukan dengan menyemprotkan bahan bakar secara bertahap untuk mencegah timbulnya ledakan besar bila dilakukan sekaligus.

Di lain hal, karena tekanan pada sistem pasokan bahan bakar sangat tinggi, molekul semprotan lebih kecil dan merata. Hasilnya, pembakaran berlangsung mulus dan lancar. Tekanan tinggi dari common rail terus ditingkatkan untuk mesin-mesin diesel masa mendatang.

Kini, para pakar mesin diesel sudah ancang-ancang menaikkan tekanan sampai 2000 bar. Dengan tekanan setinggi itu ditambah lagi dengan kemampuan komputer mengatur waktu injeksi yang lebih fleksibel, para ahli sudah menyimpulkan, mesin diesel nantinya tak lagi memerlukan glow plug atau busi pijar untuk menghidupkan mesin di pagi hari. Caranya, cukup dengan menunda waktu penyemprotan bahan bakar.

Daya tarik lain dari mesin diesel adalah turbocharger. Perbandingan kompresi yang tinggi, membuat turbo lebih mantap hidup bersama dengan mesin diesel ketimbangan bensin. Karena itu jangan heran, kemampuan mesin diesel menghasilkan tenaga akan menyamai mesin bensin. Sedangkan efisiensi atau keiritan, tak bisa ditandingi oleh mesin bensin.

Generasi Common Rail:
Ke-1: Injektor yang bekerja denga solenoid dengan tekanan injeksi sampai 1350 bar
Ke-2: Injektor solenoid dengan tekanan injeksi ampai 1600 bar
Ke-3: Piezo injektor dengan tekanan 1800 bar.

HONDA NEW CBR 250R


Honda akhirnya resmi merilis All New CBR 250R di Thailand.Dari tampilannya, CBR 250R tampak segar khususnya pada bodi. Bentuk fairing yang lebih futuristik dengan lampu depan yang lancip. Lampu sein bentuknya mirip dengan New Mega Pro, tetapi ada perbedaan paling mencolok pada knalpot yang kini bergaya midship muffler.

Berbekal jeroan dengan tipe CS250RE, liquid cooled 4-tak DOHC single cylinder, Honda juga telah menjejalkan Program Fuel Injection System (PGM-FI), sama seperti yang ada di Honda CBR 150R.

Untuk menopang dimensi motor dengan panjang 2.035 mm, lebar 0.720 mm, dan 1.125 mm, Honda mempercayakan sistem suspensi telescopic di depan dan pro-link system untuk belakang. Kaki-kaki ini mengapit ban berukuran 110/70-17M/C di depan dan 140/70-17M/C dibagian belakang.

SPESIFIKASI:

Model type: Honda MC41
Lenght x widht x hight (mm): 2.035 x 0.720 x 1.125
Wheelbase (mm): 1.370
Ground clearance (mm): 0.145
Curb weight (kg): 161 (std) 165 (ABS).
Riding capacity: 2 people
Minimum turning radius: 2.5
Engine type: CS250RE, liquid colour 4-stroke DOHC single cylinder
Displacement: 249 cm
Bore x Stroke: 76.0 x 55.0
Compression ratio: 10.7
Fuel supply system: Program Fuel Injection System (PGM-FI)
Starter type: self starter
Ignition type: full transistor battery ignition.
Lubrication type: wet sump.
Full tank type: 13 ltr
Cluth type: wet multiple with coil springs
Transmission type: constant mess 6-speed return.
Tire size: 110/70-17M/C - 140/70-17 M/C
Brake type: hydrolyc

YAMAHA LEXAM


Meskipun sudah dipajang pada Jakarta Motorcycle Show (JMCS) 2010, ternyata PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) belum resmi meluncurkan bebek matik Yamaha Lexam.Lexam rencananya baru akan diluncurkan awal tahun depan.

Sebagai model baru yang akan diluncurkan di tahun 2011. Motor ini mengandalkan Y-CAT.Y-CAT adalah teknologi andalan Yamaha untuk mengahdapi teknologi CV-Matic honda. Teknologi ini mengandalkan drive belt dengan elastisitas tinggi yang terbuat dari bahan resin. Keunggulan teknologi ini adalah performa maksimal mesin dapat diperoleh pada putaran rendah, dan untuk mencapai kinerja maksimum tidak perlu mengkonsumsi banyak bahan bakar.

SPESIFIKASI:

Mesin : 4 stroke, single cylinder, 2 valve, SOHC, air cooled four stroke
Kapasitas : 113.7cc
Tenaga maksimum : 6.18 kW / 8000 rpm
Torsi maksimum : 8.23 Nm / 6500 rpm
Kapasitas Tangki : 4.1 liter
Sistem : Karburator
Pengapian : CDI
Sistem Kopling : Basah – Sentrifugal Matic
Sistem Transmisi : V Belt Y-CAT
Dimensi p x l x t : 1.920mm x 680mm x 1.075mm
tinggi : 760 mm
berat : 98 – 108 kg

Kamis, 04 November 2010

SISTEM KOPLING DAN CARA KERJANYA



Sistem kopling yang akan kita bicarakan disini adalah sistem kopling manual yang selanjutnya kita sebut dengan kopling saja.

Berikut ini komponen penting pendukung kopling, secara urut : Fly wheel atau roda gila, Clutch disc atau plat kopling, Clutch cover atau dekrup dan Clutch release bearing atau Drek lahar.
Cara Kerja :


Fly wheel atau roda gila meneruskan sekaligus menyimpan energi dari Crank Saft (kruk as) mesin saat mesin hidup (berputar), Plat kopling menjadi satu-satunya perantara tenaga mesin dengan Porseneling kita yang akhirnya tenaga ini akan diteruskan ke Roda. Sedangkan Dekrup bekerja sebagai pengatur kapan tenaga mesin di teruskan dan kapan tenaga mesin tidak diteruskan, hal ini dilakukan oleh kaki kita saat menginjak atau melepas pedal kopling melalui perantara Drek lahar.

Catatan : Dekrup di ikat dengan 6(biasanya) baut terhadap fly wheel. plat kopling menjadi pengisi bagian tengah antara fly wheel dengan dekrup. Pada bagian tengah plat kopling terdapat lubang bergigi yang akan masuk kedalam As blender sebagai penerus tenaga dari plat kopling ke Gearbox porseneleng.



Ketika kaki tidak menginjak pedal kopling

Ketika kaki kita tidak menginjak pedal kopling , dengan melihat susunan diatas maka bantalan dekrup akan menekan plat kopling terhadap fly wheel sehingga seolah olah Fly wheel, plat kopling dan dekrup menjadi satu kesatuan sebagai benda rigid. sehingga apabila fly wheel berputar 10rpm maka demikian pula dengan plat koplingnya. Dengan cara inilah tenaga dari mesin dapat di transfer ke dalam Gearbox porseneleng (melalui as blender) yang pada akhirnya diteruskan ke roda.


Ketika kaki menginjak pedal kopling :

Ketika kaki kita menginjak pedal kopling, maka dreklahar mendorong kuku/ tuas dari dekrup sehingga bantalan dekrup yang menekan plat kopling dan roda gila terangkat. ketika terangkat inilah posisi dikatakan Free / perei. Dimana perputaran dari roda gila tidak di ikuti oleh perputaran dari plat kopling. sehingga tenaga dari mesin tidak sampai pada gearbox perseneleng. Pada saat ini lah perpindahan gigi dari porseneleng dapat dilakukan.Didalam gearbox porseneleng inilah tenaga dari mesin di atur sedemikian hingga sesuai dengan kebutuhan pengemudi melalui rasio gigi.



Masalah Kopling

Susah masuk gigi : hal ini mungkin dapat disebabkan oleh beberapa hal, sebelum dapat mengetahui sumber kerusakan kita harus dapat mengetahui ciri2 atau gejala2 yang terjadi. Gejala2 yang mungkin terjadi antara lain adalah :

* Susah masuk gigi Vosneling baik saat mesin dimatikan maupun di hidupkan : hal ini berarti terdapat kesalahan pada sistem mekanik pengoper gigi hal ini dapat berupa tongkat yang sudah oblak, sift cable atau kabel gigi yang sudah rusak atau putus atau mekanisme pengoper gigi didalam gearbox.

* Kopling susah masuk gigi hanya pada saat mesin di hidupkan atau dinyalakan, namun mudah jika mesin dimatikan : dalam hal ini ada 2 kemungkinan kerusakan yang pertama adalah Kerusakan terjadi pada mekanisme pendorong clutch release bearing yaitu : master kopling atas bawah, atau kabel kopling yang masih menggunakan kabel, Fork/garpu kopling retak, bushing fork dan atau clutch release bearing atau drek lahar itu sendiri. Kemungkinan yang kedua adalah kerusakan terjadi pada Clutch cover atau dekrup, biasanya ada ciri2 tambahan jika kerusakan terjadi pada dekrup anda yaitu biasanya akan lebih susah masuk gigi lagi setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh atau kondisi dekrup sudah panas, gigi akan semakin susah di pindahkan.

* Kopling bergetar saat pertama mau jalan : 90% hal ini terjadi karena penggunaan Clutch disc atau plat kopling yang kurang bagus (pantekan atau imitasi murahan), 10% fly wheel bergelombang.

* Suara mesin besar (rpm tinggi) tapi mobil ga mau lari (acceleration kurang) : 80% hal ini terjadi karena platkopling anda sudah tipis, dan lebih parah lagi akan timbul bau "sangit" ketika kita memaksa untuk accelerasi. 20% Fly wheel aus atau "legok" hal ini biasanya terjadi karena penggunaan plat kopling yang kurang bagus bahanya (imitasi).

* Terdengar suara2 dari transmisi : ada beberapa jenis suara yang mungkin timbul dalam transmisi antaralain
1. Bunyi Clutch release Bearing = bunyi dari drek lahar ini akan terdengar ketika kita menginjak kopling saat mesin hidup, dan akan hilang suaranya ketika kita melepas kopling.
2. Bunyi Pilot bearing = Akan terdengar saat mesin dihidupkan meskipun kita menginjak kopling atau tidak.
3. Bunyi pada saat jalan = jika kedua bunyi diatas dapat didengar tanpa pergerakan kendaraan, jenis bunyi yang ketiga ini hanya dapat didengar pada saat kendaraan melakukan pergerakan. Bunyi ini berasal dari bearing didalam gearbox anda.
4. Bunyi mendesing pada gigi tertentu = hal ini terjadi karena terdapat kerusakan pada pasangan gigi yang bunyi tersebut kemungkinan gigi sudah aus atau rompal sehingga memberikan rongga udara yang dapat menimbulkan bunyi mendesing