Laman

Kamis, 24 Juni 2010

Jenis - Jenis Pegas

PEGAS BATANG TORSI

Pegas batang torsi biasanya dipasang pada kendaraan kecil. Pegas batang torsi biasanya dibuat dari batang baja elastis yang mampu menahan gaya punter. Konstruksi pegas batang torsi sangatlah sederhana, ringan dan tidak banyak memakan tempat. Namun demikian pegas ini kurang begitu kuat untuk menahan beban yang berat. Salah satu ujung pegas ini dipasang pada rangka yang tidak mendapat puntiran. Ujungnya dilengkapi dengan lengan penggerak yang dipasang pada bagian suspensi. Jika roda mendapat beban kejut secara mendadak maka lengan penggerak ikut berayun keatas. Gerakan ini akan memuntir batang torsi sehingga memberikan perlawanan gerak yang menghasilkan efek penyerapan atau peredaman getaran. Pegas batang torsi disebut juga stabilisator.

PEGAS DAUN

Pegas ini biasanya dibuat dari plat baja yang memiliki ketebalan 3 – 6 mm. susunan pegas daun terdiri atas 3 – 10 lembar plat yang diikat menjadi satumenggunakan baut atau klem pada bagian tengahnya. Pada ujung plat terpanjang dibentuk mata pegas untuk pemasangannya. Sementara itu bagian belakang dari plat baja paling atas dihubungkan dengan kerangka menggunakan ayunan yang dapat bergerak bebas saat panjang pegas berubah-ubah karena pengaruh perubahan beban. Pegas daun lebih dikenal dengan istilah NIP, yaitu tingkat tinggi kelengkungan daun pegas sebelum menerima beban. Selain itu disebut pula camber, ialah untuk menentukan tinggi lengkungan daun pegas yang sudah disusun pada saat tidak menerima beban.

Pemasangan pegas daun : yaitu pegas daun dipasang diatas poros roda belakang dan pegas daun dipasang dibawah poros roda belakang. Kebanyakan pegas daun dipasang tepat ditengah-tengah panjang pegas tersebut sehingga bagian depan dan belakang sama panjang. Tetapi ada juga pemasangan pegas daun yang tidak tepat ditengah, yaitu bagian depan lebih pendek dari bagian belakang.. getaran yang timbul ketika kendaraan direm atau meluncur dapat dikurangi. Pada kendaraan-kendaraan yang berat seperti truk dan bus, pegas daun mengalami beda tekanan yang sangat kosong dan berisi muatan penuh. Untuk memenuhi beban saat pengangkutan pada kendaraan berat biasanya menggunakan pegas ganda, yaitu pegas primer dan sekunder. Saat kendaraan berat tidak menerima beban berat maka yang digunakan saat itu pegas primer, sedangkan saat diberi beban berat maka pegas primer dan sekunder akan bekerja bersama-sama.

PEGAS SPIRAL

Atau sering disebut juga coil spring dan sering juga disebut per keong atau pegas ulir. Pegas sepiral ini terdiri atas sebuah uliran batang baja dalam bentuk melingkar seperti rumah siput atau keong. Pegas ini memiliki ketahanan sangat baik terhadap beban kejut, dan ketika terjadi defleksi tidak akan menimbulkan gesekan. Namun pegas spiral tidak memiliki sifat meredam beban kejut, sehingga dalam pemakaiannya selalu dirangkaikan dengan peredam kejut (shock absorber) serta memerlukan dudukan pegas yang dipasang dikedua ujung pegas spiral. Pegas ini umumnya dipasang pada system suspensi depan, karena daya pemegasan pegas spiral bergantung pada garis tengah dan panjang batang baja yang dipakai. Semakin diameter pegas dan semakin panjang pegas tersebut maka akan semakin fleksible. Pegas spiral yang panjang dapat memegas lebih leluasa dan dapat melentur lebih jauh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar